Medan Tourism Award with Gold Dinar
02/01/2012 17:09
Penghargaannya dalam Bentuk Dinar dan Tropi Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menyelenggarakan ajang pemberian penghargaan (Medan Tourism Award) kepada para pelaku wisata di Kota Medan, Senin 19 Desember 2011 mendatang di Ballroom Garuda Plaza Hotel Medan.
Penghargaan yang terdiri atas 10 kategori ini diberi nama “Anugerah Keris Panglima”. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Busral Manan, mengatakan, pemberian penghargaan ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang konsisten selama beberapa tahun belakangan di Kota Medan.
“Kita menyadari bahwa target-target kunjungan hanya bisa dicapai melalui kerjasama semua pihak. Dengan demikian, Pemko Medan merasa perlu untuk mengapresiasi kinerja para pelaku wisata, serta mendorong mereka untuk bekerja lebih giat lagi memajukan industri pariwisata kita di masa mendatang,” ungkapnya.
Selain menjadi bentuk appresiasi, Busral juga menjelaskan bahwa ajang Medan Tourism Award 2011 adalah salah satu acara yang digelar dalam rangkaian highlight menuju program Visit Medan Year 2012.
“Sebagai acara yang bernuansa wisata, maka kita juga mengisi acara ini dengan konsep-konsep wisata yang menghibur dan mendidik. Pada saat acara malam penyerahan penghargaan, kita menghadirkan suasana pasar malam di Esplanade tahun 1920.
Seluruh dekorasi dan setting suasana akan dibuat menyerupai Deli tempo dulu,” jelasnya. Kesepuluh kategori penghargaan yang dinilai, masing-masing travel agent, hotel, restoran, rumah makan, angkutan, airlines, gedung bersejarah, pekerja seni, media, dan tokoh pariwisata. Adapun parameter penilaiannya diserahkan pada tim juri yang terdiri dari para akademisi, pengamat, dan figur-figur yang dianggap kredibel untuk melakukan penilaian secara objektif dan bertanggung jawab.
Medan Tourism Award 2011 merupakan ajang pemberian penghargaan yang pertama dilakukan oleh Pemko Medan. Anugerah ini selanjutnya diproyeksikan sebagai acara tahunan tetap untuk mendorong inovasi, kreasi dan kompetisi sehat di antara para pelaku wisata, sehingga pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan pasar UKM, dan kontinuitas ekonomi di sektor pariwisata sendiri.
Penghargaan Adapun bentuk penghargaan yang akan diserahkan kepada para pemenang pada saat “Pasar Malam” adalah berupa koin 1 dinar dan tropi kristal. Koin dinar merupakan mata uang yang digunakan sebagai alat tukar di negeri-negeri Muslim sebelum munculnya uang kertas. Beratnya 4,25 gram dan dicetak dalam berbagai versi di setiap wilayah. Emas juga merupakan alat tukar yang diterima di seluruh dunia sebelum akhirnya uang kertas dicetak oleh negara.
“Emas dalam satuan dinar adalah senyawa murni dari unsur tunggal Aurum. Kemurniannya menyebabkan logam ini tidak dapat ditiru atau dimusnahkan dengan suhu yang menguraikan dan mengubah benda lain , ia lebih tahan korosi, dan keunggulan-keunggulan lainnya sebagai mata uang. Kami memilihnya secara simbolik untuk menunjukkan ketulusan hati dalam memberikan penghargaan ini,” ungkap Busral lebih lanjut.
Penghargaan ini juga dinamai dengan “Anugerah Keris Panglima” dengan maksud bahwa keris merupakan perlambang alat perjuangan bagi hampir seluruh etnik di Nusantara. Pemberian keris diumpamakan sebagai pemberian amanah bagi penerimanya untuk berjuang terus, khususnya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Medan. Malam Penganugerahan Keris Panglima Medan Tourism Award 2011 Ben Sukma Terpilih sebagai Tokoh Pariwisata Kota Medan.