Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Perjalanan-Ana-Maria-Mendapatkan-Marga-Batak
Home  Tradisi Perjalanan Ana Maria Mendapatkan
Kamis, 15 Januari 2009 | 09:58:57
Perjalanan Ana Maria Mendapatkan Marga Batak
by. Thompson HS

Kira-kira 15 tahun lalu, pertemuan Fredman Sugiarto Beth Sihombing dengan Ana Maria (seorang gadis Jawa) berlangsung di Bengkulu. Mereka menjadi suami isteri dan sudah melahirkan empat buah hati. Keempat anaknya itu pun diberi nama-nama berbau jau (nama Jawa atau suku yang dianggap lain dari Batak). Sebutlah misalnya Yudha Pratama, Baldwin Purnomo, Fanny Roro, dan Intan Naomi. Tapi sebuah fakta baru telah mengubah segalanya. Setelah menelusuri tarombo (silsilah Batak), Fredman sadar bahwa marga Sihombing yang diembannya rupanya masih salah satu keturunan Boru Sibasopaet yang dianggap sebagai putri Singosari sebelum menjadi istri kedua dari Tuan Sorbadibanua. Nama yang disebut terakhir ini adalah ayah delapan induk marga, masing-masing Sibagotnipohan, Paettua, Silahisabungan, Rajaoloan, Raja Hutalima, Raja Sobu, Raja Sumba, dan Naipospos. Naluri orang Batak terhadap sejarah dapat muncul setelah mengetahui silsilah itu. Bengkulu, salah satu wilayah kerajaan Mukomuko yang sudah lama tercantum dalam teks Batak Kuno, menjadi tujuan merantau Fredman setamat sekolah menengah di kota kelahirannya Tarutung. Ibunya, boru Manalu, adalah salah seorang keturunan induk marga Sumba dan putri jaihutan, seorang kepala negeri dekat Bakkara bernama Tipang. Sebagai orang Batak, Fredman tidak perlu melupakan asal-usulnya, seperti halnya marga. Mula-mula, Ana Maria kurang mengerti ketika dia harus diajukan menjadi boru Manalu. Apakah identitas kesukuannya akan hilang? Memang, marga merupakan identitas penting bagi orang Batak untuk mendapatkan hak dan hubungan proporsional dalam adat dalihan natolu (tungku nan tiga). Dalihan natolu adalah praktik hubungan sosial secara simbolis melalui tiga pihak, yakni hula-hula/mora (paman), dongan tubu/kahanggi (saudara semarga), dan boru (yang mengambil marga hula-hula melalui putri yang dikawini). Setelah ia memahaminya, Ana sepakat pada suaminya untuk mengadakan pesta adat penerimaan marga itu, sekaligus memperkenalkan daulat rumah tangganya ke hadapan natorop (orang banyak). Pesta adat itu dilangsungkan pada 28 Juli 2005 lalu di Pearaja, salah satu desa di Tarutung yang rupanya juga mengandung potensi pariwisata karena kesejarahan dan aktivitas sebuah lembaga keagamaan. Menerima Marga Ana Maria dapat secara langsung menggunakan identitas marga itu sejak diajukan. Namun penggunaannya masih belum dianggap resmi, kecuali untuk menandai suatu posisi interaktif di lingkungan sehari-hari dan horja (kerja) adat yang mulai dikunjungi. Kemauan untuk menggunakan marga juga merupakan potensi mengawali kontak dengan orangtua yang mengadopsi dia sebagai anggota keluarga bermarga. Namun hubungan dengan orangtua kandungnya tidaklah serta merta akan hilang. Sebelum peresmian, ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan pihak keluarga Fredman kepada pihak hula-hula/mora yang telah menerima pengajuan marga itu. Pihak hula-hula di sini kebetulan adalah adik ibunya sendiri atau salah seorang dari keempat pamannya yang tidak mempunyai seorang putri. Dengan begini, kendala yang mungkin bisa rumit, dapat teratasi langsung. Itu akan berbeda bila marga yang dinobatkan berbeda dengan marga hula-hula-nya. Pengajuan marga ke lapisan marga di luar marga pihak ibu (hula-hula) dapat berlangsung dengan kemungkinan tertentu. Misalnya dengan marga dari ompung boru (nenek Fredman dari garis ayahnya) sampai kepada marga bonaniari (lapisan paling atas hula-hula yang pernah memberikan putrinya kepada pihak leluhur Fredman). Kendala tak jarang muncul karena faktor-faktor tertentu dari kontak sosial yang dilakukan selama ini. Pihak hula-hula memastikan prosedur itu dengan kunjungan pihak keluarga Fredman untuk membicarakan sinamot (semacam mahar atau penggantinya) bagi yang sudah berkeluarga. Kesempatan itu disebut marhata sinamot. Pembicaraan itu akan berakhir pada jumlah uang yang harus diberikan. Namun makna uang dalam pengertian sinamot merupakan jaminan simbolis dan dapat bermakna harta benda seperti rumah, hewan peliharaan, ladang/sawah, dan lain-lain yang menjamin hidup putri dari hula-hula. Makna verbal sinamot jangan disamaartikan dengan boli (beli) atau tuhor (tukar) yang dapat dinilai dengan uang. Peran parsinabul (juru bicara) sangat penting dalam mencapai kesepakatan dalam pembicaraan kedua belah pihak. Masing-masing pihak mengangkat juru bicara dari kelompok atau semarganya, meskipun kabarnya di kota besar seperti Jakarta, hal itu mulai dilakukan dengan cara sewa. Selain penyerahan jumlah uang, tindakan adat lainnya sudah harus mulai dilakukan secara bersamaan. Pihak keluarga Fredman pertama-tama menyerahkan tudu-tudu nisipanganon (petunjuk makanan berupa daging yang sudah dimasak). Sewaktu menyerahkan itu, makna kedatangan dilengkapi dengan pesan-pesan verbal menyangkut kesediaan pihak paman menjadi pemberi marga dan dapat menganggap Ana Maria sebagai putri sendiri. Sebaliknya, pihak keluarga Fredman akan menerima petunjuk sambutan berupa ikan mas yang diarsik (dimasak dengan bumbu dan cara Batak). Petunjuk makanan dan sinamot dibagikan kemudian secara internal di masing-masing pihak. Namun petunjukan berupa daging biasanya langsung dibagi secara terbuka sebagai parjambaron (pembagian anatomis dan proporsional). Tujuan lainnya dari marhata sinamot adalah penentuan jadwal dan tempat pesta adat yang akan dilangsungkan bersamaan dengan peresmian pengangkatan marga boru (putri yang akan diberi marga). Ada kalanya dalam kesempatan marhata sinamot itu diputuskan bahwa tidak perlu melaksanakan sesi sibuha-buhai (penyambutan rombongan hula-hula dengan memberi makanan khusus alias sarapan). Setiap sesi dalam adat Batak diwarnai persiapan makanan secara simbolis. Misalnya, rumah tangga Fredman dan Ana Maria sudah dianggap gabe (berbahagia dengan adanya anak-anak mereka). Jadi tujuan pesta adat sebaiknya difokuskan pada dua sesi, yakni mangampu boru (peresmian marga boru) dan sulang-sulang pahompu (menyuapi sang cucu). Namun lagi-lagi konsolidasi dan peran parsinabul pada hari pelaksanaan dapat menentukan secara dramatis. Modus-modus teaterikal memang sering berlangsung dalam pelaksanaan adat Batak. Pada hari pelaksanaan, modus menyerahkan petunjukan makanan tetap berlangsung dari kedua belah pihak dengan kapasitas yang lebih besar. Selama proses mangampu berlangsung, kedua belah pihak meyakinkan Ana Maria untuk mengemban marga dari pihak paman Fredman. Setelah sesi itu selesai, resmilah dia menjadi boru Manalu. Selanjutnya, pada sesi sulang-sulang pahompu, diadakan modus yang tidak berubah. Proses pelaksanaannya dimulai dengan penyambutan hula-hula resmi atau orangtua adat Ana Maria boru Manalu. Kalau musik bernuansa Batak disediakan, maka penyambutan itu berlangsung dengan gerak tari masing-masing. Pihak hula-hula membawa sipir nitondi (berkah simbolis berupa beras) untuk pihak keluarga Fredman. Makan bersama diadakan setelah semua pihak dan undangan duduk. Modus-modus serupa akan berlangsung dengan penambahan tindakan adat lainnya seperti mangulosi (memberikan kain tenunan Batak secara berjenjang dari pasangan yang diadati) pada orangtua Fredman, tingkat-tingkat dongan sabutuha, boru, serta kerabat dekat pihak keluarga yang diadati. Situasi mangulosi dianggap sakral karena sentuhan penyampaiannya dilakukan bersama pesan-pesan khusus. Ulos diletakkan di pundak penerima. Delapan jenis kain tenunan terpenting disampirkan kepada semua lapisan keluarga. Sesi sulang-sulang pahompu menjadi salah satu puncak kebahagiaan daulat rumah tangga Fredman Sugiarto Beth Sihombing dan Ana Maria boru Manalu. Mulai hari itu, Ana Maria boru Manalu memiliki hak dalam adat Batak, termasuk porsi warisan dari paman Fredman. Ana Maria awalnya menyangka bahwa pesta pemberian marga itu sangat gampang. Ia berpikir bahwa penyerahan marga cukup dilakukan secara verbal atau dapat membelinya dengan uang dan menghadirkan orang banyak. Ternyata tidak demikian. Tindakan adatnya mestinya dilangsungkan dengan kehadiran berbagai lapisan marga yang terkait dengan tatacara dalihan natolu. Seseorang bisa saja mengajukan pemberian marga kepada siapa saja. Namun kepentingan adatnya perlu dipertanyakan.
Share |
Kirim ke teman
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 72.44.48.122

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: