Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Horja-Bius--Agenda-Wisata-Baru-dari-Samosir-
Home  Tradisi Horja Bius, Agenda Wisata
Kamis, 15 Januari 2009 | 09:42:26
Horja Bius, Agenda Wisata Baru dari Samosir
by. Thompson HS

Langit kelihatan agak mendung waktu menyeberangi Danau Toba dari Parapat-Ajibata menuju Tomok. Sempat terpikir suatu kejadian buruk dengan cuaca seperti itu, yakni hujan lebat sebelum bumi berguncang. Namun Ferry KMP Tao Toba bergerak tenang membawa penumpang dan berbagai angkutan. Di atas danau teringat juga kejadian tenggelamnya kapal angkutan jauh hari sebelum isu letusan vulkanik bekas Gunung Toba Purba yang meresahkan masyarakat sekitar belakangan ini. Isu-isu tak beralasan turut menyebabkan sepinya pengunjung lima tahun terakhir. Hotel-hotel terpaksa menurunkan tarif inap 50% dari biasanya serta hal lain yang dapat membantu situasi pariwisata di daerah ini pulih kembali. Satu pertanyaan berulang-ulang muncul pula: Apakah Danau Toba memang tak lagi bersih? Di tengah danau, kelompok enceng gondok muncul seperti pulau-pulau terapung. Sampai di pelabuhan Tomok, kegelisahan menyeberangi danau selama satu jam semakin berkurang, apalagi karena gelombangnya yang masih tenang pagi itu. Beranjak ke daratan, sebuah spanduk yang tergantung di pintu masuk Tomok berisi: “Selamat Datang Bapak Gubernur Sumatera Utara di Pagelaran Kebudayaan Horja Bius Tomok”. Orang-orang pun kelihatan mulai ramai. Ya, pagi itu, tepatnya Jumat, 1 Juli 2005, sebuah acara tradisional akan digelar kembali di Huta Bolon Tomok. Sebelum sampai di lokasi pelaksanaan, situasi di pinggir jalan mulai memancing bayangan. Beberapa laki-laki dengan kostum agak terbuka dengan selempangan ulos (kain Batak) berdiri dekat gerbang masuk sambil memegang tombak. Kedengaran dari mereka, orang tidak boleh masuk sembarangan kalau tidak memakai ulos. Seketika muncul perasaan ngeri dari suara mereka yang berwajah kehitaman dirias jambang dan kumis. Profil serupa ditemukan di beberapa tempat untuk penjagaan dan keamanan. Mereka disebut hupas atau dalam istilah populer “satpam”. Tapi suasana itu terlewati tanpa hambatan dan ulos. Rupanya perintah mereka cuma bagi penduduk setempat. Para tamu malahan disambut dengan sehelai ulos dan selembar daun sirih sebelum bergabung ke dalam keramaian yang kelihatan dipenuhi kesan magis. Kostum dari ulos, tiga warna khas Batak, dan suara gendang menciptakan kesan itu. Horja bius merupakan suatu upacara kuno Batak Toba yang telah lama tidak diadakan. Horja artinya pesta besar dan bius (kelompok kampung). Konon, sebelum kedatangan penjajah Belanda dan misi Protestan, pesta antarkelompok kampung ini dilaksanakan setiap tahun untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Maha Pencipta yang bagi orang Batak dikenal dengan nama Mulajadi Nabolon. Pelaksanaan upacara ini dapat berlangsung berhari-hari setelah persiapannya yang memakan berbulan-bulan. Sementara konteksnya tak jarang dikaitkan dengan masalah-masalah pertanian. Pimpinan upacara dalam horja bius dikenal dengan nama Parbaringin. Menurut pengakuan Harry Boss Sidabutar, kordinator acara, horja bius yang dilakukan kali ini tidak bisa terlaksana sebagaimana mestinya atau mendekati zaman dahulu. Namun di sela-sela materi acara terkadang ditegaskan kembali bahwa acara ini adalah sebagai ujicoba untuk memancing keramaian pariwisata di Samosir. Beberapa kendala seperti pendanaan masih memengaruhi pelaksanaan acara tersebut. Sehingga salah satu materi yang menarik seperti mangalahat horbo (mengurbankan kerbau di halaman) tidak bisa dilaksanakan. Acara ini hanya dilakukan dengan memamerkan kerbaunya saja. Untunglah empat materi lainnya dapat dilaksanakan. Misalnya adalah ulaon hahomion, yakni prosesi ritual dengan menyampaikan sesaji kepada kuasa Boru Saniang Naga Laut di Danau Toba, ziarah ke batu sarkofagus yang menjadi makam leluhur Raja Sidabutar, dan manggohi (memenuhi permintaan) kepada Tuhan melalui Batara Guru Humundul (pemain musik) yang siap menyampaikan permintaan di halangan gordang (balkon eksterior di bagian atas rumah Batak yang disediakan untuk pemusik). Materi yang sifatnya dapat merangsang wisatawan adalah pertunjukan Tortor Tunggal Panaluan. Tarian ini menceritakan kembali peran tongkat keramat Tunggal Panaluan yang dapat menyampaikan pesan-pesan khusus yang diterjemahkan oleh pemainnya, seorang dukun. Tarian ini adalah permainan mengikuti alur dan komposisi yang persis seperti mengikuti pusat dan delapan arah mata angin. Alur dan komposisi itu digambarkan dengan ruang simbol bindu matoga, yakni peta sihir yang digambar dukun di tanah sewaktu hendak bernujum. Tarian lain yang tak kalah seru adalah tortor sawan (tarian cawan) yang atraktif. Tarian ini dimainkan oleh ibu-ibu dengan lebih hikmat. Acara horja bius diharapkan dapat dilangsungkan setiap tahun pada Jumat pertama bulan Juli. Sebagai agenda wisata baru, tentu Anda tak boleh melewatkannya.
Share |
Kirim ke teman
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 107.22.156.205

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: