Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Lontong-Kelas-Selebritis-dengan-Bumbu-Rahasia
Home  Wisata Boga Lontong Kelas Selebritis dengan
Kamis, 7 Juni 2012 | 08:55:38
Warung Lontong Kak Lin
Lontong Kelas Selebritis dengan Bumbu Rahasia
Oleh Taripar M Nababan

Lontong ada di mana-mana. Di jalan-jalan, di lorong-lorong. Bahkan di Medan, “lontong” pun sudah berkonotasi makian. Makanan ini memang identik dengan warung sembarangan di pinggir jalan, atau jadi sajian “sejuta umat” pada hari-hari besar. Namun kini sudah ada lontong yang naik kelas. Namanya Lontong Kak Lin.

Sebagaimana namanya, Lontong Kak Lin adalah jajanan bikinan Kak Lin. Ibu tiga orang anak yang lahir pada momen Nuzulul Quran itu memiliki nama lengkap Nuzulina. Dalam dunia kuliner Kota Medan, Kak Lin bukan lagi pebisnis baru yang sedang mengembangkan sayapnya. Ia sudah dikenal tamu-tamu istimewa, seperti para artis dari Jakarta, personel band-band nasional, pejabat pemerintahan, hingga menteri. Dengan koneksi itu, Kak Lin menaikkan pamor lontong ke kelas lebih tinggi.

Mengingat perjalanan hidup Kak Lin yang sudah berjualan lontong sejak puluhan tahun, sah-sah saja jika awalnya tempat usaha jualannya juga tidak berbeda jauh seperti lontong lain di kaki lima. Semua memang dimulainya dari nol, kecuali keahliannya membuat bumbu pecal lontong yang diwariskan oleh ibunya.

Menggeluti usaha jualan lontong sejak tahun 1994, perempuan berdarah Jawa ini memilih tempat di sekitar Jalan Cik Ditiro Medan, pada awalnya dengan lapak berpindah-pindah. Di sepanjang jalan kawasan Kampung Madras ini, terdapat juga beberapa pedagang lontong lain. Namun kemajuan bisnis usaha Kak Lin boleh dikatakan lebih menonjol, terutama karena citarasa dan suasana warungnya yang lebih nyaman.

Memilih untuk lebih fokus berjualan, Kak Lin pun mencoba membuka lapak tetap. Dengan perjuangan yang gigih, dalam lima tahun terakhir ini, ia akhirnya mulai menjalankan usaha dengan pelayanan yang lebih profesional serta suasana bangunan yang nyaman, tepatnya di Jalan Cik Ditiro No. 8 FGH, depan SMA Negeri 1 Medan.

Secara pribadi, saat menikmati Lontong Kak Lin, kami sangat terkesan pada suasana nyaman dan penyajian yang lebih higienis, jauh dari kesan selera kaki lima ataupun emperan, meskipun ia tetap menamakan usahanya dengan sebutan “warung”. Terlepas dari suasana nyaman itu, rasa lontong yang ditawarkan juga sangat khas dan berbeda dari lontong lain yang biasa kami konsumsi sebagai menu sarapan pagi.

 “Yang paling banyak diminati pelanggan kami adalah lontong pecal. Pakar kuliner Nusantara, Bondan Winarno, yang biasa tampil di acara wisata kuliner Trans7 pun bilang lontong kami "maknyos". Kalau soal resepnya sih, itu rahasialah. Sementara untuk pembuatannya semuanya adalah hand made,” kata wanita berkulit putih itu di tengah kesibukannya mengurusi usahanya.

Pembeda lontong pecal Kak Lin dengan lontong lain sebenarnya adalah  bumbu pecal yang terbuat dari kacang dan mengandung larutan gula aren murni. Pembuatannya hanya Kak Lin yang paling mahir. Kak Lin juga menyediakan paket bumbu pecal dalam bentuk kemasan untuk dijual sebagai oleh-oleh khas dari Medan.

Distribusi bumbu pecal ini tidak hanya di dalam negeri, tapi sudah sampai ke beberapa negara tetangga hingga Amerika Serikat, yang katanya biasa dipesan oleh pelanggan setia Kak Lin. Kemasan paket bumbu pecal dibuat dalam plastik berukuran setengah kilogram, dengan harga Rp 30 ribu per bungkus.

Sementara untuk urusan lontongnya, Kak Lin selalu menggunakan beras pilihan. Beras berkualitas yang dibeli dengan harga Rp 10 ribu per kilogram itu dibungkus pada daun pisang dengan proses pemasakan yang cukup lama. Setelah matang, terdapat warna hijau alami di bagian luarnya dan putih di bagian dalam lontong, yang merupakan efek pewarnaan alami dari daun pisang itu.

Saat disajikan, irisan lontong pun disiram dengam kuah saus bumbu kacang dan ditambahkan sayur-sayuran serta telur rebus bulat yang telah dikupas. Tak sabar rasanya untuk segera mencicipi.

Selain lontong pecal, ada juga lontong sayur yang merupakan variasi lain dari jajanan di Warung Lontong Kak Lin. Kedua makanan itu tentu masih merupakan lontong khas Medan. Apabila, makan Lontong Kak Lin ditemani dengan jus terong belanda, Anda akan makin merasa benar-benar sedang di Medan.

Dengan harganya yang tidak begitu memberatkan kantong, hanya Rp 10 ribu per porsinya, tidak heran jika hampir semua golongan menikmati lontong Kak Lin. Dalam dua hari, Warung Lontong Kak Lin mampu menghabiskan minimal satu karung beras kemasan 10 kg yang khusus dijadikan sebagai bahan baku lontong.

“Dulu pelanggan kami umumnya anak SMA Negeri 1 Medan ini, namun kini pelanggan sudah datang dari mana-mana dengan jabatan yang bermacam-macam pula. Bahkan para artis dan peliput dari media televisi nasional sering datang ke sini,” ujar Maya, keponakan Kak Lin yang kini menangani operasional Lontong Kak Lin. Melihat appresiasi pelanggan yang terus meningkat, kini Maya dan anak kedua Kak Lin, Dimas, bahkan berencana membuka cabang baru di kota lain.

Di samping lontong, makanan di sini yang paling diminati para pelanggan dari luar Kota Medan adalah lupis. Makanan ini terbuat dari pulut yang dikukus dalam bungkusan daun pisang berbentuk segitiga. Rasanya cukup manis, karena memang lupis yang sudah matang diberi larutan gula aren dan kelapa parut yang disajikan dalam piring kecil sebelum disantap. 

Setelah siap menikmati makanan di Warung Lontong Kak Lin, kami pun memahami alasan mengapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan memilih warung ini sebagai salah satu nominasi penghargaan Anugerah Keris Panglima Medan Tourism Award 2011 di samping dua tempat makan lainnya, yaitu Soto Sinar Pagi dan RM Ondo.

Warung Lontong Kak Lin buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Cobalah, “This is Medan, this is Lontong Kak Lin!
Share |
Kirim ke teman
Terdapat (76) Tanggapan








khqrttty http://avmjmc.com/ ezvgwl [url=http://jcsipq.com/]ezvgwl[/url]

aptntwu http://ofsrds.com/ qipvddso [url=http://psvzmj.com/]qipvddso[/url]











Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 54.234.180.187

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: