Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Seni-Bergerak-dengan-Tiga-Elemen-Kehidupan
Home  Gaya Hidup Seni Bergerak dengan Tiga
Ahad, 1 April 2012 | 21:34:43
Parkour Medan
Seni Bergerak dengan Tiga Elemen Kehidupan
Oleh Taripar M. Nababan

Puluhan pemuda terlihat sedang asyik memanfaatkan bagian luar gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara. Mereka melakukan gerakan-gerakan yang kesannya tak karuan. Berlari, melompat, mendarat, dan memanjat untuk melewati rintangan. Suasana itu sontak merubah gedung yang terletak di belakang Biro Rektor USU itu seolah menjadi sebuah kamp pelatihan militer.

Mereka menamai diri sebagai Parkour Medan. Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari satu titik ke titik lain dengan seefisien dan secepat mungkin. Perpindahan itu menggunakan sebuah prinsip yang tak luput untuk mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.

 “Ada tiga elemen kehidupan yang mendasari gerakan-gerakan parkour, yakni niat, kekuatan dan pikiran. Ketiga elemen itulah yang sekaligus menjadi lambang dari komunitas kami,” ujar Utha, Ketua Parkour Medan.

Utha menjelaskan, dengan niat, maka seorang penggiat parkour tentu akan menggunakan kemampuannya, melakukan suatu gerakan untuk menaklukkan sebuah rintangan. Penaklukan tersebut juga harus dibarengi dengan kekuatan, sehingga orang yang melakukannya tidak mudah cedera.

Sementara itu, pikiran juga memiliki andil penting untuk menciptakan seni ataupun strategi yang akan diambil oleh pelaku parkour dalam melalui rintangan. “Dalam kehidupan sehari-hari, aksi-aksi parkour juga dapat dimanfaatkan untuk menolong seseorang ataupun untuk menyelamatkan diri jika terjadi sesuatu yang mengancam,” terang Utha menambahkan.

Sebenarnya, aksi-aksi parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata parkour itu sendiri. Sama halnya dengan aksi para pemadam kebakaran maupun tim rescue lainnya dalam sebuah situasi-situasi berbahaya. Menurut penjelasan yang termuat dalam wikipedia, parkour pertama kali ditemukan oleh David Belle yang konon memiliki ayah seorang petugas pemadam kebakaran.

Di kampung halamannya di Perancis, David Belle membuat pembelajaran dan penemuan-penemuan metodologis gerakan-gerakan serta strategi untuk menaklukkan rintangan. Lelaki yang ternyata seorang mantan infanteri pada militer Perancis ini jugalah yang kemudian memperkenalkan olahraga ini ke negara lain.

Bedasarkan penemuan David Belle, komunitas parkour pun terus melakukan pembelajaran hingga ke seluruh dunia. Begitu juga dengan Indonesia. Perkembangan parkour di Nusantara sampai saat ini telah berkembang sangat pesat hingga ke daerah-daerah. Selain menjadi atlet, beberapa penghobinya juga memanfaatkan parkour untuk show off, atau hanya untuk sekadar mampu melakukannya. “Parkour Medan sendiri telah resmi berada di bawah naungan Parkour Indonesia sejak 13 September 2008 lalu,” kata Utha.

Lelaki yang juga eksis mempelajari seni beladiri Thailand, muay thay, ini mengatakan, awalnya dirinya dan tiga kawan lainnya mempelajari parkour di Bandung. Setelah kembali, mahasiswa yang kini sedang duduk di bangku perkuliahan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Medan Area ini pun akhirnya membuka komunitas parkour di Kota Medan.

Selain belajar langsung ke Bandung, Utha dan teman-temannya memanfaatkan media online untuk menambah wawasannya. Komunitas parkour memang mempunyai banyak informasi seputar aksi atlet parkour yang menunjukkan keahlian gerakannya yang mampu membuat para parkour pemula geleng-geleng kepala.

 “Kami sering diskusi dengan atlet parkour Indonesia melalui Facebook. Hingga saat ini kami selalu berusaha untuk mengikuti perlombaan parkour nasional. Kami berharap ada lembaga yang memperhatikan kami, sehingga bisa memiliki arena halang-rintang yang memang khusus didisain untuk parkour,” kata Utha.

Terlepas dari harapan itu, Utha dan teman-temannya masih tetap bersyukur,  karena parkour tidak menuntut para pemula untuk menyiapkan ruangan tertentu, peralatan atau perlengkapan yang canggih, bahkan mahal. Sebab, parkour dapat dilakukan di mana saja, baik di lingkungan perkotaan maupun alam bebas. Hal utama yang mereka butuhkan adalah bagaimana belajar beradaptasi dengan lingkungan-lingkungan tersebut. Oleh karena itu, Utha dan puluhan teman-temannya di Parkour Medan tak jarang mengadakan training tour ke luar Kota Medan dengan bermodalkan uang iuran yang mereka kumpulkan.

“Ada empat metode basic dalam belajar parkour. Yang pertama adalah preposition yaitu melompat dari satu titik ke titik lain. Kedua adalah climbing, yaitu memanjat cepat. Ketiga adalah landing atau mendarat dari ketinggian. Dan yang terakhir adalah vaulting, berlari cepat untuk melewati rintangan,” kata Utha.

Namun di balik semua itu, Utha dan teman-temannya di Parkour Medan memiliki filosofi hidup, yakni melakukan semua itu bukan atas dasar kompetisi dan aksi pamer. Pada dasarnya mereka hanya ingin hidup sesuai dengan perkembangan lingkungan yang dinamis. Sama seperti David Belle yang belakangan bahkan tercatat sebagai aktor laga di beberapa film, seperti District 13.

“Parkour secara filosofis memang memberikan kebebasan bagi praktisinya untuk mengembangkan diri. Tetapi semua itu tidaklah instan dan membutuhkan proses untuk menentukan jalan hidup selanjutnya,” ujar Utha sembari menegaskan bahwa kehidupan yang dinamis tidak akan membuat seseorang berhenti pada satu titik tertentu.

Nah, sekarang kita tinggal memilih, apakah kita mampu untuk terus bergerak maju atau malah memilih untuk mengambil jalan yang lain?
Share |
Kirim ke teman
Terdapat (39) Tanggapan




















Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 50.19.155.235

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: