Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Melukis dan Camping di Pantai Pegadung
Home  Perjalanan Melukis dan Camping di
Senin, 16 Januari 2012 | 08:17:26
Melukis dan Camping di Pantai Pegadung
Oleh Christian Heru Cahyo Saputro

Camping Art (kemah seni) 2011 merupakan sebuah wahana untuk merayakan persahabatan, berbagi talenta dan membangun jaringan. Di tengah keindahan dan pesona Pantai Pegadung, peserta tidak mencari perbedaan melainkan mengenali kesamaan dari budaya yang berbeda.

Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan Komunitas Perupa Lampung menggelar event Camping Art 2011. Puluhan perupa dan seniman ikut dalam event yang dihelat di Pantai Pegadung, Pekon (desa) Susuk, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
 
Perupa Jerman dan Yogyakarta yang sedang melakukan road show dan artist talk program  Crossing Signs Project ikut juga dalam perhelatan ini. Para perupa Jerman yang ikut dalam kegiatan ini adalah Paul Pretzer, Ulrike Stolte, Yasmin Alt, Tilman Hornig, Fee Vogler, Franziska Fennet, dan Cosima Tribukeit. Selain itu, ada juga kurator Noor Veiga asal Spanyol yang sekaligus bertindak sebagai pembicara bagi tim ini.

Seniman yang turut datang dari Yogyakarta adalah Deni Rahman, Rifki Sukma, Lashita Situmorang, Sigit, Indra Dodi, Lenny Ratnasari Weichert, dan I Made Aswino Aji.
Selain itu, turut juga berpartisipasi dalam kemah seni ini klub motor Tribal, Rapi, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung dan klub fotografi.

Senin pagi, 4 April 2011, di ruang olah seni Taman Budaya Lampung digelar acara penyambutan para perupa yang tergabung dalam program Crossing Signs Project. Menurut Ketua Umum DKL, Syafariah Wididianti, DKL dalam mengawali kepengurusan baru ini menggelar kegiatan Camping Art 2011. Pelaksanaan kegiatan ini disinergikan dengan menyambut kehadiran road show tujuh perupa Jerman dan Yogyakarta (Indonesia).

Usai penyambutan dan ramah-tamah, acara dilanjutkan dengan presentasi dan artis talk oleh para perupa program Crossing Signs Project di ruang pamer Taman Budaya Lampung. Perupa asal Lampung pada kesempatan tersebut unjuk kebolehan, mengangkat kearifan lokal (local genius) dengan melukis menggunakan material ampas kopi. Perlu diketahui Lampung merupakan salah satu daerah pengekspor kopi terbesar di Indonesia.

Menurut Ketua Komite Seni Rupa DKL, Salvator Yen Joenaidi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi antar perupa, mengeksplorasi keindahan alam Lampung, sekaligus meningkatkan apresiasi dan energi baru dalam aktivitas seni khususnya seni rupa.”Kemah seni ini merupakan gebrakan awal kepengurusan Dewan Kesenian Lampung periode 2010-2014,” ujar Salvator Yen Junaidi.

Dalam event ini, DKL akan memperkenalkan kepada perupa Jerman dan Yogyakarta salah satu pemandangan Lampung yang elok di Pantai Pegadung yang berada di kawasan Tanggamus. “Ini salah satu langkah para seniman dalam upaya menumbuhkembangkan dunia pariwisata Lampung. Jadi, setelah kembali, mereka tak hanya cerita tentang Jakarta, Bandung, Yogyakarta, tetapi mereka juga bisa bercerita tentang keindahan Lampung atau juga melalui karya rupa mereka,” ujar Yen.

Ketua Umum DKL, Syafariah Widianti, mengatakan lewat Camping Art 2011 ini diharapkan para seniman seni rupa Lampung bisa menjalin silaturahmi dan mengenalkan keindahan Lampung ke dunia luas lewat karya seni. “Ini sebuah kesempatan yang baik bagi kita untuk membuat jaringan dengan dunia internasional. Mudah-mudahan kita bisa berbagi pengalaman dengan seniman Jerman dan Yogyakarta. Di waktu lain, tentunya ini juga bisa dilanjutkan dengan para seniman dari daerah dan negara lain lagi,” ujar Atu Ayi, sapaan akrab Ketua Umum DKL dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Harian DKL, Hari Jayaningrat.

Menuju Lokasi
Usai rehat makan siang dan melakukan briefing, panitia memberangkatkan rombongan menuju lokasi kemah seni di Pantai Pegadung. Di komandoi Dana E Rachmat dari Tribal yang juga menjabat salah satu Ketua Bidang DKL, pukul 13.00 WIB kami berangkat dari halaman Taman Budaya Lampung, Bandar Lampung. Dengan motor trail-nya, Dana membuka jalan menyisir jalanan kota. Selain menggunakan mobil, para peserta banyak juga yang menggunakan motor untuk menuju lokasi acara.

Untuk menuju lokasi, aku berada di dalam mobil Avanza bersama tim dokumentasi yakni Pakde Imam Soepardan (videografer), Bambang Suroboyo (fotografer) dan Hari Jayaningrat, Ketua Harian DKL yang ada di belakang kemudi. Tetapi begitu baru jalan sekira setengah kilometer, handphone Hari berdering. Ternyata Sekretaris Umum DKL, Sapto, mengabarkan rombongannya bersama kawan-kawan perupa Jerman dan Yogya tertinggal. Hari pun berinisitif menghubungi Dana, tetapi handphone tak bersambut. Alternatif  lainnya harus  mengejar Dana. Avanza yang dikemudikan Hari pun terus di-geber. Akhirnya Dana dapat disusul, dan diberi isyarat untuk berhenti. Dana diminta kembali untuk menjemput dan  mengawal rombongan Sapto serta teman-teman lainnya.

Saya dan rombongan lain terus berjalan beriringan. Saya tersenyum-senyum melihat perbekalan yang dipersiapkan Hari dalam perjalanan kali ini. Di bagian belakang yang sengaja di-setting tanpa bangku, ternyata sudah penuh dengan perbekalan termasuk bantal, kompor dan peralatan masak lainnya. Sedangkan untuk persiapan dalam perjalanan, kami sudah dijatah masing-masing satu termos kopi dan teh. Aku melirik di bangku tengah masih ada minuman kotak dan aneka cemilan. Pantas Hari memintaku hanya tinggal menyiapkan waktu saja untuk bergabung dalam kegiatan ini.

Hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan kami. Perjalanan mulai lancar setelah melewati  kawasan Pantai Lempasing. Selepas dari Kota Bandar Lampung, kini kami mulai memasuki kawasan Kabupaten Pesawaran. Sepanjang sisi kiri jalan tumbuh kawasan wisata pantai mulai dari Pantai Mutun, Bensor, Ringgung dan Pantai Klara (kelapa rapat) .

Di samping itu, di kawasan ini juga tumbuh usaha tambak udang tradisional, usaha kerang mutiara dan pusat budidaya perikanan laut. Sementara di sisi kanan jalan, Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman membujur hijau. Hujan belum juga reda ketika kami mulai memasuki kawasan tetitorial Marinir Armada Barat (Armabar) Piabung. Kawasan strategis ini memang dijadikan salah satu pangkalan angkatan laut terbesar di kawasan Indonesia bagian barat.

Selepas kawasan Armabar Piabung, jalan yang tadinya lumayan mulus mulai bergelombang dan berlubang di sana-sini. Untung Hari bisa mengemudi dengan lincah, menghindari lubang-lubang yang digenangi air. Masalah infrastruktur jalan di Lampung memang menjadi salah satu kendala transportasi yang muaranya tentu dapat menjadi ganjalan pengembangan destinasi wisata yang potensial.

Untungnya, pemandangan kanan-kiri jalan tidak membosankan. Terkadang tersaji sawah-sawah yang menghijau, kebun coklat dan rumah-rumah panggung khas Lampung yang eksotis dengan ragam hias yang mempesona. Kampung tua warisan budaya masyarakatnya tampak masih berdiri. Sesampainya di Pekon Bawang, kami berhenti di warung bakso sambil menunggu rombongan yang lain. Hari dan aku mengandaskan semangkuk bakso untuk menghilangkan rasa lapar yang mulai merambat. Sementara Bambang dan Pakde Imam hanya istirahat sambil merokok.

Selepas Pekon Bawang, jalan makin parah dan menanjak. Rombongan merambat hati-hati. Tiba-tiba dari ketinggian sebuah pemandangan mempesona terhampar. Ternyata Julius dan teman-temannya yang melakukan konvoi dengan sepeda motor sudah berfoto-foto dengan latar Teluk Kilauan yang terkenal dengan keberadaan lumba-lumbanya.

Rombonganku dan rombongan kawan-kawan dari Jerman serta Yogya pun tak kalah sigapnya berhenti, mencari posisi untuk berfoto dengan latar Teluk Kilauan. ”Wonderful beach. This is hidden paradise,” ujar Franziska berbinar.

Pegadung, Kami Datang
Memasuki kawasan Kelumbayan, jalan makin parah. Bahkan kami terpaksa harus melintasi sungai tanpa jembatan. Yen Joenaidi dan beberapa kawan yang menggunakan motor sempat tergelincir di sungai. Setelah melalui sebuah umbul (kelompok rumah peladang) kami tiba di lokasi.

Menjelang senja, beberapa pemuda Pekon Susuk menyambut kami. Rombongan langsung diarahkan menuju pantai melalui jalan yang baru dibuka. Sesampai di lokasi, ternyata telah disiapkan barak marinir yang komplet dengan velbed (tempat tidur lipat) tentara.

Setelah panitia membagi lokasi tenda untuk rombongan, kami istirahat melepas lelah. Ada beberapa kawan yang mencari lokasi untuk sekadar membasuh diri. Dan ada juga peserta yang menuju pantai untuk hunting foto. Usai Maghrib, di keremangan lampu petromak, Kepala Pekon Susuk, Abdul Rachman, datang mengunjungi tenda untuk mengenalkan diri dan memberi sambutan selamat datang.

Setelah menyantap jatah nasi bungkus, kami masing-masing  rebahan di velbed. Malam itu  memang tak ada agenda acara resmi. Beberapa peserta bergerombol berbincang ngalor-ngidul bertukar cerita. Deburan ombak dan suara serangga malam menjadi harmoni alam pengantar tidur.

Esok pagi begitu matahari menyeruak, beberapa peserta berlarian ke pantai. Menikmati debur ombak dan memandangi bentang alam yang indah sepanjang Pantai Pegadung. Pantai ini benar-benar masih perawan. Menurut  kepala pekon, akses jalan ini baru dibuka warga bersama marinir karena ada kegiatan Camping Art 2011 ini. Pagi itu sambil menikmati hangatnya matahari pantai, beberapa teman dari Jerman ada yang berenang atau hanya sekadar bermain air di pantai. Sebagian juga masih ada yang terlelap karena kelelahan.

Aku bersama Hari, Arman dan Buyung membuat sarapan. Kompor gas portable sudah dinyalakan. Menu pagi ini, tempe, tahu, ayam goreng, omelet dan kornet. Selain itu juga tersedia roti. Sarapan pagi itu terasa nikmat. Banyak kawan-kawan yang turut bergabung termasuk peserta dari Jerman dan Yogya, karena jatah nasi bungkus sarapan pagi agak terlambat.

Setelah beres-beres, agenda selanjutnya adalah melukis bersama di pantai. Puluhan warga ikut datang dan menyatu bersama peserta Camping Art 2011 ini. Bahkan ada yang memanfaatkan peluang menjual durian, kelapa muda, makanan kecil, berunang (keranjang bambu) dan topi dari pelepah pandan. Pantai Pegadung menjadi seperti pasar kaget.

Aku, Hari, dan Buyung tak kalah sigap mengambil jatah kanvas dan cat. Seperti seorang pelukis profesional, kami segera beraksi melukis. Penduduk desa yang mengerumuni kami, menambah motivasi untuk membingkai Pantai Pegadung dalam kanvas.

Tak terasa perut kami mulai keroncongan. Ternyata sudah lepas tengah hari. Kami pun memutuskan untuk kembali ke tenda. Hari, Arman, Buyung dan aku kembali masak untuk makan siang. Karena logistik yang komplet, banyak peserta yang kembali ikut makan atau sekadar minum kopi di tempat kami.Usai makan siang, kami berkemas pulang.

Selamat tinggal Pegadung. Kami akan bingkai kenangan indah tentangmu. Dan akan kami kabarkan pesona pantaimu yang indah dan keramahan warga pekon-mu.
Share |
Kirim ke teman
Terdapat (6) Tanggapan
Hello there I am so excited I found your weblog, I really found you by accident, while I was researching on Aol for something else, Anyhow I am here now and would just like to say kudos for a remarkable post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to go through it all at the moment but I have bookmarked it and also included your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the great work. Zune and iPod: Most people compare the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It’s very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.

affordable car insurance florida auto insurance

Yet another thing to mention is that an online business administration study course is designed for learners to be able to effortlessly proceed to bachelor degree programs. The 90 credit diploma meets the other bachelor college degree requirements and when you earn your current associate of arts in BA online, you may have access to up to date technologies in this field. Some reasons why students want to be able to get their associate degree in business is because they’re interested in this area and want to find the general knowledge necessary prior to jumping into a bachelor diploma program. Many thanks for the tips you actually provide within your blog. I simply needed to say thanks once more. I do not know the things that I would’ve sorted out without the type of pointers discussed by you on such concern. It has been a very terrifying circumstance in my circumstances, nevertheless looking at a specialised form you treated that made me to weep over fulfillment. Now i’m thankful for this work as well as trust you recognize what a great job you are always undertaking training men and women through the use of your blog post. More than likely you haven’t got to know any of us.

auto insurance cheap car insurance

Yet another thing to mention is that an online business administration study course is designed for learners to be able to effortlessly proceed to bachelor degree programs. The 90 credit diploma meets the other bachelor college degree requirements and when you earn your current associate of arts in BA online, you may have access to up to date technologies in this field. Some reasons why students want to be able to get their associate degree in business is because they’re interested in this area and want to find the general knowledge necessary prior to jumping into a bachelor diploma program. Many thanks for the tips you actually provide within your blog. I simply needed to say thanks once more. I do not know the things that I would’ve sorted out without the type of pointers discussed by you on such concern. It has been a very terrifying circumstance in my circumstances, nevertheless looking at a specialised form you treated that made me to weep over fulfillment. Now i’m thankful for this work as well as trust you recognize what a great job you are always undertaking training men and women through the use of your blog post. More than likely you haven’t got to know any of us.

car insurance rates auto insurance quotes

I have got observed that throughout making a new relationship with real estate proprietors, you’ll be able to get them to comprehend that, in each real house purchase, a commission amount is paid. In the conclusion, FSBO retailers don’t conserve the fee. Rather, they try and win the commission through conducting a strong agent’s profession. In completing this, they make investments their funds and time and energy to complete, as best they are able to, the responsibilities of the realtor. Those assignments include disclosing the house via promoting, showing the home to prepared buyers, developing an expression of purchaser emergency so that you can prompt the offer, preparing information about home inspections, taking in qualification checks with the loan provider, supervising upkeep tasks, and assisting the closing in the deal. hey there and thank you for your information – I’ve definitely picked up something new from right here. I did however expertise some technical issues using this site, as I experienced to reload the web site many times previous to I could get it to load properly. I had been wondering if your web host is OK? Not that I am complaining, but slow loading instances times will sometimes affect your placement in google and could damage your quality score if ads and marketing with Adwords. Well I am adding this RSS to my email and can look out for a lot more of your respective interesting content. Ensure that you update this again soon..

prescription pills online prozac new jersey car insurance


I have got observed that tohurghout making a new relationship with real estate proprietors, you'll be able to get them to comprehend that, in each real house purchase, a commission amount is paid. In the conclusion, FSBO retailers don't conserve the fee. Rather, they try and win the commission through conducting a strong agent's profession. In completing this, they make investments their funds and time and energy to complete, as best they are able to, the responsibilities of the realtor. Those assignments include disclosing the house via promoting, showing the home to prepared buyers, developing an expression of purchaser emergency so that you can prompt the offer, preparing information about home inspections, taking in qualification checks with the loan provider, supervising upkeep tasks, and assisting the closing in the deal.

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 23.22.76.170

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: