Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Buffalo Body Painting dan Puncak Bukit Senyum
Home  Tradisi Buffalo Body Painting dan
Jumat, 3 Juni 2011 | 12:01:20
Buffalo Body Painting dan Puncak Bukit Senyum
by. Endra (Perupa & Kurator Lindi Galeri)

Matahari belum menyembul di ufuk timur ketika beberapa anak yang tergabung dalam Indonesian Sketcher Medan (ISM) telah menghiasi hari mereka dengan perjalanan menuju Parapat, Kabupaten Simalungun. Selama lima hari ke depan, Ayu, Aishah, Naomi dan tak ketinggalan Ryan yang kini masih berusia 4 tahun, telah meminta izin meninggalkan bangku sekolah untuk berbaur bersama orang-orang saat digelarnya Pesta Danau Toba (PDT) 2010.

 

Pada gelaran PDT 2010 kali ini, kumpulan anak yang masih tergolong belia itu sudah cekatan membuat sketsa spontan tentang objek-objek kerumunan masyarakat, pawai budaya, perkenalan kontingen, dan pagelaran budaya apa saja. Hampir semua yang terjadi dalam gelaran PDT 2010 kali ini diabadikan menjadi karya sketsa yang cukup menarik perhatian pengunjung. Tidak hanya sampai di situ, kegiatan lain seperti suasana orang yang lalu lalang, duduk-dudukan, berdiri sampai pidato berisi kata sambutan oleh penyelenggara pun tak luput direkam menjadi sebuah karya sketsa oleh anak-anak ISM.

 

Pada hari selanjutnya, tanggal 21 hingga 24 Oktober 2010, giliran Iwan, Oei, Seir Lubis, Rio, Putra, Amir dan penulis sendiri yang giliran beraksi untuk melanjutkan kegiatan ISM. Kali ini kami berencana menggelar kegiatan melukis tubuh kerbau atau buffalo body painting. Kegiatan buffalo body painting ini merupakan kali pertama digelar di acara PDT. Kegiatan yang unik dan akan memberi warna tersendiri bagi pelaksanaan PDT 2010 ini ternyata cukup terkendala karena ketiadaan kerbau yang akan dilukis. Kondisi itu membuat sebuah media lokal menurunkan berita berjudul Tak Ada Kerbau Lantai Pun Jadi. Memang, agar tetap menjaga semangat, kami pun membuat mural pada anak tangga yang cukup lebar di jalan menuju pentas utama di Lapangan Pagoda.

 

Dengan usaha yang tak kenal lelah, hari selanjutnya kami pun mendapatkan seekor kerbau berkat bantuan para kolega. Buffalo body painting pun terlaksana di Puncak Bukit Senyum yang memiliki ketinggian sekitar 1.200 mdpl (meter di atas permukaan laut). Cuaca yang dingin, kabut yang bertebaran dihiasi gerimis menemani kegiatan kami di bukit yang berada di Desa Motung, Kecamatan Ajibata ini.

 

Menurut keyakinan sebagian masyarakat batak, Puncak Bukit Senyum di Desa Motung itu merupakan tempat Sisingamangaraja bersama kudanya mencari air setelah melakukan perjalanan yang melelahkan. Karena tampak kudanya sudah sangat haus, sang raja pun langsung menancapkan tongkat tunggal panaluan-nya ke tanah. Seketika itu juga air keluar membasuh dahaga kuda Sisingamangaraja tersebut. Mulai sejak itu, Desa Motung pun menjadi basis Sisingamangaraja untuk menghimpun kekuatan pasukannya.

 

Kegiatan yang kami beri nama "Kerbauku Pariwisataku" ini dimulai setelah sebelumnya berkenalan dengan hewan berbadan gempal yang sekujur tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu itu. Agar lebih akrab, kami menamai kerbau yang akan dilukis ini dengan nama Butet, kata yang dalam bahasa batak berarti panggilan kepada seorang perempuan.

 

Butet

 

Tak lama kemudian, goretan-goretan motif gorga dan ornamen ragam hias pun menempel di tubuh kerbau. Untuk melukis kerbau, para pelukis anggota ISM tidak boleh emosional dan harus bersabar ketika menggoretkan kuas-kuas mereka. Ini disebabkan karena ‘kanvas’ yang dilukis adalah hewan hidup dan bergerak yang juga cukup sensitif jika ada suara ribut yang bisa membuatnya terkejut.

 

Kerbau itu tampak begitu senang ketika lampu-lampu kilat yang berasal dari kamera menerangi wajahnya untuk direkam. Layaknya seorang model, kerbau itu dengan santai mengibas-ibaskan ekor ke badannya yang telah penuh dengan tepung dan pewarna yang tidak membahayakan bagi tubuhnya. Sesekali ekornya juga ikut mewarnai kami dengan menyipratkan warna dan tepung ke wajah-wajah para penampil.

 

Gagasan kontemporer seperti gambar jorngom menjadi materi utama pada buffalo body painting kali ini. Mengait filosofi lukisan Monalisa dengan senyum misterinya, kali ini jorngom yang kami buat tampak seperti sedang tersenyum.

 

Ada keheningan yang terjadi sesaat setelah selimut awan tebal tidak lagi menyelimuti aktifitas kami. Tampak segerombolan awan putih yang bergerak perlahan meneduhi prosesi puncak kegiatan melukis bersama ini seperti sengaja memayungi agar penandatanganan karya di kanvas kulit kerbau tersebut tidak terganggu oleh gerimis tipis yang sejak awal membasahi daerah ini.

 

Selain buffalo body painting, pameran lukisan juga digelar dan menjadi rangkaian kegiatan yang semuanya diprakarsai oleh Lindi Galeri, Indonesian Sketcher Medan, dan de’art_sho[p]tainmEnt organiser. Pameran lukisan karya almarhum M Saleh dari Lindi Galeri ini menampilkan tiga lukisan yang di antaranya berjudul Tiga Perempuan Batak, Tiga Belas Penari, dan Tiga Rumah Tradisi yang dipajang di tiga sudut arena pagelaran.

 

Semangat mengangkat budaya lokal dengan menggelar kegiatan semacam ini diharapkan di kemudian harinya lebih mendapat dukungan dari semua pihak. Semoga masyarakat bisa merespon kegiatan ini sehingga menjadi tontonan menarik dengan menyertakan kerbau-kerbaunya untuk ikut festival buffalo body painting pada kesepatan mendatang.

 

***

adalah seekor kerbau berusia tiga tahun. Walau berada dalam kerumunan, kerbau itu tampak bersahabat dan menerima dengan sepenuh hati niat kami untuk melukisi sekujur tubuhnya. Ritual awal dimulainya buffalo body painting ini didahului dengan nyanyian hening oleh pemilik kerbau sembari membuat polesan di wajahnya dengan warna merah, hitam, dan putih sebagai lambang dari dunia tengah, bawah dan atas. Setelah itu, tiga bambu pancang yang telah diberi warna yang juga serupa, ditancapkan di atas bukit hingga membentuk garis vertikal menghadap danau.
Share |
Kirim ke teman
Terdapat (17) Tanggapan











colleges online >:((( MBA degree 288344 mortgage 737184






Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen wasn ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wijn...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 107.22.127.92

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: