Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Tak-Ada-Jalan-Pintas-menuju-Malaysia
Home  Selamat Pagi! Tak Ada Jalan Pintas
Senin, 6 September 2010 | 16:59:12
Tak Ada Jalan Pintas menuju Malaysia

Pilihan yang paling mudah menyangkut hubungan kita dengan Malaysia adalah perang. Pilihan ini tidak menuntut syarat-syarat yang rumit, tidak membutuhkan perundingan-perundingan, serta tidak meminta pertanggungjawaban atas kemungkinan korban jiwa dan kemiskinan yang terjadi antara kedua pihak.  Perang ya perang. Namun perang adalah jalan dehumanisasi ekstrim yang menurut Benjamin Franklin telah terbukti selamanya tidak memberikan kebaikan apapun.

Sebaliknya, perdamaian adalah jalan yang terjal. Ia sangat sulit dilalui karena menyangkut masalah-masalah sosial-politik-ekonomi yang super kompleks dan hidup. Dua pihak harus sama-sama mampu menghilangkan ego, menjaga emosi, dan melihat keuntungan dari perdamaian itu dengan cara yang adil, baik secara material maupun sosial. Variabel keadilan dalam suasana perdamaian juga sangat rumit karena ia akan berhadapan dengan perspektif budaya politik dan ekonomi yang berbeda. Oleh sebab itu, dibutuhkan reli-reli perundingan yang panjang, negosiasi yang rumit, serta usaha-usaha untuk mengonstruksi hubungan jangka panjang yang mengikat. Tidak ada titik ekuilibrium yang tetap untuk semua itu, kecuali kedua pihak sudah menguasai konteks-konteks hubungannya secara sempurna dengan faktor historis, antropologis, sosial, budaya, politik, ekonomi dan relijius sekaligus.

Kadang-kadang, itu semua pun belum cukup. Masalah moral dan kualitas satu generasi pun sangat menentukan. Di balik itu, relativitas turut mewarnai seluruh faktor-faktor yang sudah ditetapkan itu. Inilah yang menyebabkan ratusan intelektual dan negarawan kita tetap akan menuai dilema ketika mereka akan berhadapan dengan masalah hubungan Indonesia Malaysia.

Ibarat kembar siam yang lengket , kedua negara (Indonesia-Malaysia) dapat dipastikan akan mengalami penderitaan manakala akan dipisahkan lewat sebuah operasi. Kemungkinan terburuk, keduanya bisa mengalami kegagalan. Pertumbuhan Malaysia selama ini didukung tenaga kerja Indonesia, dan pertumbuhan Indonesia antara lain didukung oleh investasi dan limpahan wisatawan Malaysia. Di Sumatera Utara, hingga saat ini jumlah wisatawan Malaysia selalu menduduki angka terbesar, yakni melebihi 50% dari total wisatawan berdasarkan asal negaranya.

Satu masalah saja muncul, angka kunjungan itu bisa terganggu. Selama awal September 2010 saja, puluhan grup dari Malaysia telah membatalkan kedatangannya karena kekhawatiran terhadap isu sweeping warga Malaysia di Jakarta.  Ratusan juta rupiah langsung hilang dari proyeksi pendapatan bisnis travel agent di Medan. Sejumlah hotel yang membayar ratusan karyawannya harus gigit jari karena tidak bisa menjual kamar yang sudah sempat di-booking tamu asal Malaysia. Kita bersyukur, sektor investasi  belum terpengaruh dengan keadaan ini. Padahal kita tahu, sebagian besar perkebunan sawit di Sumatera kini adalah milik Malaysia.

Hubungan Indonesia dan Malaysia memang tidak akan pernah mudah. Apalagi bila masalah itu tidak bisa segera dilokalisir di tingkat elit dan pengambil keputusan. Keputusan-keputusan cepat sangat dibutuhkan untuk saling menegakkan martabat bangsa yang berbeda bendera. Dan perdamaian tidak selalu berarti saling melempar senyum, cium pipi kiri cium pipi kanan, dan santun tak terbatas. Perdamaian harus dijaga dengan memberi tempat pada letupan-letupan kecil yang melonggarkan urat syaraf. Seperti halnya gunung berapi, dia harus terus aktif agar tidak menciptakan letusan yang besar, karena letusan-letusan kecil seperti yang terjadi pada puncak Sinabung dapat mengurangi tekanan magma dan gas dari perut bumi.   

Jadi, apapun yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia belakangan, itu adalah letupan kecil yang seharusnya bisa dilokalisir di tingkat elit dengan ketegasan sikap dan manajemen konflik.  Jangan malah kita jadikan persoalan ini menjadi urusan dengan penyelesaian jalan  pintas dan paling gampang, yaitu perang.

Aksi-aksi pembakaran bendera dan sweeping warga Malaysia sebenarnya tidak perlu terjadi pada sebuah bangsa seluhur Indonesia. Sebagai negara “demokrasi baru”, kita barangkali hanya sedang mendambakan sebuah kepemimpinan yang hadir cepat untuk setiap masalah bangsa. Dan pada demokrasi yang masih hijau dan sakit, terkadang sulit mendapatkan hal itu. Sebab, penjahat dan ustadz memiliki peluang yang sama dalam sebuah demokrasi.

 
Share |
Kirim ke teman
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 107.21.186.38

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: