Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Jangan-Biarkan-Kedih-Bersedih-
Home  Flora & Fauna Jangan Biarkan Kedih Bersedih
Jumat, 13 Agustus 2010 | 10:18:02
Jangan Biarkan Kedih Bersedih
by. Taripar M Nababan

Busyet! Lereng bukit menuju Trail-11 di kawasan ekowisata Gunung Leuser, Bahorok, boleh juga. Keringatku bercucuran dan kaos yang kami kenakan mulai mirip kain lap mobil. Dan ketika aku mulai merasa lemas di tengah jalur tracking yang terjal, tiba-tiba terdengar suara-suara rusuh di antara kanopi pepohonan Eugenia. Kami was-was. Apakah di atas sana sedang terjadi pertikaian antara hewan liar?

“Tunggu sebentar, biar aku selidiki, mungkin ada orangutan liar di sana,” ujar salah seorang pemandu TNGL yang membawa kami.

Kami memang merasa kurang nyaman melakukan survei-survei jamur terdahulu di kawasan ini, karena gerak-gerik kami rasanya selalu diikuti oleh beberapa orangutan semi liar yang mungkin kelaparan dari Trail 4.

“Eh, Thomas!” ucap pemandu sambil tertawa sesaat kemudian. Setelah mengamatinya barulah aku tahu bahwa dugaan kami rupanya salah. Ternyata mereka adalah sekelompok kedih yang sedang bermain dan berebut buah Eugenia (jenis jambu-jambuan) yang kebetulan sedang musim di atas sana.

Kedih adalah spesies monyet “paling keren” dari dunia lama. Gaya rambutnya menjadi teladan bagi tren generasi postmoderenisme (punk) di seluruh dunia. Tanpa terkecuali, bintang selebriti sepakbola dunia, David Beckham, pernah juga menjiplak gaya rambut hewan ini.  Jambul di bagian kepala kedih dikenal dengan gaya rambut mohawk. Warnanya hitam. Dari sudut pandang sains, jambul tersebut menjadi kunci penting bagi para pengamat primata dalam identifikasi lapangan.

Secara fisik, kedih memiliki warna tubuh dominan hitam kelabu. Warna putih terdapat pada bagian tertentu, seperti dada, perut, pipih, ekor sisi dalam, dan pada bagian kening. Kedih merupakan satwa yang dilindungi dunia internasional dalam redlist IUCN dan Pemerintah Indonesia lewat UU No. 5 Tahun 1990. Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, kedih bukanlah primata pemalu dan penakut, sehingga tidak sulit untuk menemukannya saat tracking di hutan.

Satwa dari ordo primata ini memiliki nama ilmiah Presbytis thomasi atau lebih umum dikenal dengan Thomas leaf monkey (common name). Itulah sebabnya mengapa tadi pemandu kami berseru: “Thomas!”

Nama lokal kedih bervariasi pada setiap masyarakat di bagian utara Sumatera. Ada yang menyebutnya bodat, lutung rungka, dan kekkia. Namun secara umum, nama hewan ini lebih dimengerti dengan nama kedih, sesuai Kamus Umum Bahasa Indonesia.

Kedih merupakan primata endemik di bagian utara Pulau Sumatera. Hewan ini dapat kita jumpai di hutan primer dan sekundernya, mulai dari kawasan hutan Aek Nauli di sekitar Danau Toba, hingga ke Suaka Marga Satwa Rawa Singkil di Propinsi Aceh. Namun populasi terbanyak dapat dijumpai pada beberapa titik di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), khususnya di Ketambe dan Bahorok.

Secara alami, mereka biasanya hidup berkelompok dengan satu pejantan dan 5-6 betina, ditambah beberapa ekor anak. Pejantan selalu melindungi kelompoknya dari ancaman luar maupun dari intervensi pejantan lain. Dia pula yang menjadi satu-satunya pejantan tangguh dalam reproduksi terhadap betina-betina dalam kelompoknya. Semacam poligamilah. Salah satu perilaku ekologi yang unik dari kelompok kedih adalah penggunaan vocal yang kuat. Setiap anggota kelompok akan selalu mengenal suara dari anggota kelompoknya. Walaupun luas jelajah seekor kedih rata-rata 15 hektar per hari, namun apabila malam tiba, kelompok hewan diurnal ini akan saling memanggil untuk berkumpul kembali.

Habitat alami kedih berasal dari jantung hutan primer dan sekunder. Namun kelompok kedih juga tidak jarang berpencar dan pergi berkelana ke daerah perkebunan di pinggiran hutan hingga pemukiman masyarakat untuk mencuri makanan. Satu hal yang menyebabkan organisme arboreal ini semakin sering dijumpai di pemukiman penduduk adalah berkurangnya sumber makanan di hutan alami yang menjadi habitatnya. Di Bukit Lawang sendiri, kedih menjadi kompetitor orangutan dalam hal makanan. Mereka terkadang menjelajah sampai ke lokasi feeding orangutan.

Degradasi dan fragmentasi kawasan hutan yang semakin hari semakin laju telah menyebabkan musnahnya beberapa habitat terbaik kedih di beberapa kawasan di bagian utara Sumatera. Bukan hanya ancaman dari alam saja, manusia sendiri sering menjadi musuh bagi kelompok kedih. Beberapa petani di pinggiran hutan menganggap kedih sebagai hama perusak tanaman, karena kedih sering mencari makan di kebun-kebun masyarakat. Akibatnya, primata cerdik yang jadi teladan gaya rambut dari satu generasi manusia ini sering diburu dan dibunuh dengan kejam oleh sekelompok orang, yang membuat masa depan mereka semakin menyedihkan.  

Share |
Kirim ke teman
Terdapat (5) Tanggapan




ozant / November 26, 2008:hore::hore: selamat ulang tahun semoga makin rajin bloggingozants last blog post..“Postingan” comes true…Sepatu baru yang menyiksa…!!!!Reply

life insurance companies

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen wasn ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wijn...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 23.22.76.170

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: