Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Seandainya Saya Walikota Medan
Home  Artikel Seandainya Saya Walikota Medan
Sabtu, 13 Maret 2010 | 11:14:50
Seandainya Saya Walikota Medan
by. Hendra Arbie

Setahun lalu, mimpi saya “menjadi Gubernur Sumut” memang telah kandas sebelum dimulai. Selain mimpi itu terlalu tinggi, juga terlalu mewah bagi praktisi wisata seperti saya yang tidak terbiasa dengan “politik tingkat tinggi”.

Tapi, mimpi yang gagal menjadi gubernur tidaklah sama akibatnya dengan menjadi gubernur yang gagal bermimpi. Dan inilah yang akan menjadi pokok tulisan saya kali ini.

Seorang pemimpin, tidak terkecuali Walikota Medan, sudah seharusnya memiliki imajinasi dan mimpi yang tinggi tentang daerahnya. Membangun Kota Medan yang sangat nyata secara ontologis, tidak ada urusannya dengan kesibukan-kesibukan seremoni, kenduri, dan audiensi orang-orang yang tidak berkepentingan dengan cita-cita panjang daerah yang pernah melangkah di depan sebagai produk imajinasi orang-orang Eropa ini.

Punya mimpi sama dengan punya cita-cita. Karena punya cita-cita, maka kita punya ambisi. Hanya mimpilah yang bisa membuat Singapura mampu menyelesaikan megaproyek Resort World, sebuah resort terintegrasi paling mewah di dunia, yang beroperasi 2010. Imajinasi dan ambisi yang tinggi telah membawa ibukota Riau, Pekanbaru, menjadi Kota Melayu yang syarat identitas dan aspek seni. Sementara itu, para pemimpin di Sulawesi Selatan telah menunjukkan pada dunia bahwa mereka sanggup membangun proyek Disneyland pertama di Asia Tenggara. Itu semua adalah produk imajinasi. Yakni mimpi yang selalu mengganggu untuk diwujudkan.

Bagaimana jadinya Medan tanpa mimpi? Kita telah menyaksikan hasilnya dalam kurun beberapa tahun terakhir. Nyaris tidak ada suatu cita-cita di sini. Semua berjalan seperti kura-kura tanpa lompatan apapun. Kita terlalu sabar. Perkembangan terjadi dalam skala sangat minimal, nyaris tidak ada rekayasa pembangunan atau keinginan untuk mewujudkan sesuatu secara nyata dan terasa. Semua berevolusi seperti nature. Kondisi ini persis mencerminkan slogan “asal tidak lapar, tidak sakit, dan tidak bodoh”. Dengan itu, kita menangkap pameo, “asal kenyang senanglah hati”. Jadi, kalau semua warga Medan bisa serentak menjadi buncit, maka sukseslah pembangunan kota ini (ini tidak termasuk buncit karena “disantet” korupsi). Kalaupun kebuncitan itu tak melahirkan ciri peradaban yang kuat, kebudayaan, dan ambisi yang tinggi, tidak apa-apa. Biarlah kita sederajat dengan suku Bushmen di Afrika yang berburu untuk makan sehari.

Andaikan saya menjadi Walikota Medan, saya akan memberikan satu warisan pemikiran dan imajinasi besar masa depan yang direalisasikan dalam tindakan-tindakan berbentuk fisik dan jangka panjang kepada daerah ini. Proyek fisik adalah lambang orientasi suatu daerah. Apabila pemimpin mewujudkan pembangunan satu kawasan perdagangan paling rapi dan terpadu di kota ini, berarti ia menyampaikan pesan pada rakyatnya bahwa daerah ini akan diantarkan menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara.

Kalau bandaranya segera diselesaikan dengan arsitektur yang super mewah, itu berarti sebuah pesan bahwa Medan akan segera tumbuh pesat, sehingga membutuhkan infrastruktur yang bisa mengakomodir kunjungan dari seluruh dunia. Kalau walikota memimpin jalan-jalan layang yang melancarkan mobilitas warga, maka semua orang akan tahu bahwa kota ini akan meninggalkan masa pra sejarah dan akan segera diurus menjadi civilized metropolitan. Begitulah seterusnya. Dan setiap gerakan seperti itu pada akhirnya akan memancing optimisme masyarakat di belakangnya. Mereka akan dengan sendirinya bereaksi dan bergerak mengkonsolidasi mimpinya masing-masing menjadi mimpi bersama, mimpi besar, dan berpartisipasi dalam cita-cita sang pemimpin. Lihatlah pembangunan-pembangunan besar di Riau yang akhirnya bergemuruh menjadi “The Spirit of Riau”.

Dulu, ketika Bung Karno membangun Monas dan Hotel Indonesia, ia sebenarnya ingin bangsa ini tidak merasa rendah diri di antara bangsa-bangsa maju di dunia, dan orang langsung berpikir bahwa Indonesia akan segera maju. Spirit itu kemudian berkembang dengan perwujudan Garuda Indonesia sebagai maskapai terbesar di Asia, pengelolaan ladang-ladang minyak nasional yang dikendalikan sepenuhnya oleh negara, dan terwujudnya imperium yang ditakuti Inggris dan Amerika.

Bila tidak ada satu pun sinyal dan lambang seperti itu dilahirkan seorang pemimpin, maka Anda sendiri dapat menduga dan menyimpulkan apa yang ada di otak sang pemimpin. Maknanya jelas, bahwa para walikota kita telah gagal bermimpi! Dan ini jauh lebih fatal lagi akibatnya ketimbang sebuah kegagalan pembangunan.

Saya tidak berminat menggambarkan lebih jauh kondisi kita yang semakin dis-orientasi ini. Tapi kita harus segera menyusul melakukan konsolidasi pembangunan seperti yang sedang dilakukan kota-kota lain di Sumatera, bila tidak ingin terlalu ketinggalan. Sekali tertinggal, akan lebih sulit untuk menyusul lagi. Pergerakan swasta yang tidak dikoordinir oleh pemerintah secara aktif di Medan dapat menciptakan kompetisi yang tidak sehat dan tata ruang yang sulit dikendalikan. Ketinggalan infrastruktur dibanding struktur akan segera membuat kekacauan dan ketidakseimbangan. Misalnya, apabila pembangunan jalan yang lambat tidak bisa mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan yang cepat, maka kemacetan kota akan segera terjadi. Apabila pertumbuhan investasi daerah tidak diakomodir dengan bandara yang representatif, maka orang akan tetap menganggap daerah ini rawan, kampungan dan tertinggal.

Bila mimpi-mimpi kita tentang masa depan itu mengalami benturan, maka seluruh sumber daya yang dimiliki daerah ini harus diikutsertakan dalam kartu perjuangan. Kalau misalnya pemerintah pusat tidak memperlihatkan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan segera Bandara Kualanamu, maka kita juga bisa menunjukkan kekuatan politik kita seperti Aceh dan Riau melakukannya. Para politikus dan gubernur harus melakukan bargaining di Jakarta. Mari kita katakan bersama, bahwa setiap hal yang menghalangi mimpi kita, akan ada konsekwensinya. Because we are unstopable! Itulah ciri-ciri kota yang berdaulat dengan cita-citanya.

Ayo mulai bekerja!

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

Share |
Kirim ke teman
Terdapat (22) Tanggapan













bos2,masih aja ngomongin punk…apa gunananya kamu tahu seluruh band punk,hafal lagu dan liriknya?apa gunanya kamu nyetreet sampai bertahun2 untuk keliling dunia?apa gunananya kamu baca 1000 newsletter?tp gak tahu punk…punk itu dirimu dan hidupmu….punk adalah kebebasan mutlak yang ada pada hidupmu tanpa aturan apapun….Di dalam punk itu tak ada aturan…tidak ada aturan seorang punk harus tahu asal usul terbentuknya punk,tahu semua band punk,hafal lagu sex pistol ampe band2lokal….tetapi,alangkah baiknya kalau tahu….tidak ada aturan yang berbunyi seseorang itu hidup di jalan harus 1 tahun baru di sebut punk dan seorang yang berada di rumah bukan punk…tetapi kita tahu dan pernah menjalani kehidupan selayaknya orang2 tertindas,orang2 yang kita perjuangkan…tidak ada aturan punk harus berontak menentang orang tua,keluarga,guru(yang sekolah),tetangga dalam lingkup masyarakat…bersikaplah dewasa teman2ku,(dunia tak bisa penuhi segala keinginanmu tetapi dirimu bisa membantu dan mewujudkan keinginan dunia)tidak ada aturan seorang punk harus minum minuman keras,tiap malem ngentot,make obat,ngelem,lahap mushroom,daun kecubung dan ganja,make putao ataupun sabu…seorang punk ibadahpun boleh,seneng sekolah atau belajarpun boleh…tak ada aturan yang mengikat punk!!!!

texas car insurance auto insurance quote







Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 54.234.126.92

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: