Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
 
 
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Segera Beredar!
Edisi 68 | September 2010
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Kare Kepala Ikan
Presented by. Cucu Sukria Wijaya
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
  insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine -
Home  Selamat Pagi! Avatar
Senin, 8 Maret 2010 | 10:25:12
Avatar

Satu serial kartun biasanya akan lolos dari perhatian kita ketika berbagai stasiun TV berebutan menyedot perhatian anak-anak dengan berbagai sajian kartun pada pagi hari ketika semua orang sedang bersiap-siap berangkat kerja atau sekolah. Saya menonton kartun yang akan saya ceritakan ini secara tak sengaja, sewaktu mengikat tali sepatu sebelum saya beredar di jalanan bersama jutaan orang lainnya.

Serial kartun itu adalah “Avatar”. Ditayangkan tiap pagi di Global TV. Kisah tentang Sang Buddha versi Korea, tapi digarap secara teknis oleh sineas-sineas Perancis. Awalnya, sepotong-sepotong, saya menonton serial ini, dan tidak tertarik. Memang ada lucu-lucunya, dan karakter-karakternya sangat kuat. Tapi sebagai film kartun yang tokoh-tokohnya bisa melakukan apa saja, termasuk menyemburkan api, mengendalikan air, udara, dan tanah, saya menilai serial ini terlalu mengada-ada dan hanya cocok untuk anak-anak yang memang membutuhkan rangsangan imajinasi lebih banyak. Cuma, mengapa anak saya yang periang, yang masuk TK siang, selalu berubah tabiat ketika jam tayang “Avatar” berlangsung?


Ia duduk sangat tekun di sofa, tertib, nyaris tak berkedip, dan tangannya secara tak sengaja bergerak-gerak mengikuti adegan-adegan dalam kartun. Kadang matanya memerah karena haru, malu-malu, dan cekikikan manakala ada yang lucu. Ia baru berumur 5 tahun. Setiap iklan memotong tayangan itu, ia mengeluh, “aaah…”


Saya pun jadi penasaran. Dari sekadar mendengar teriakan “pengendalian bumi, heiyaaaa!”, “pengendalian api, ciaaat!”, “pengendalian air, haaa!” dan seterusnya, saya mulai mengikuti kartun itu secara coba-coba. Yang terjadi kemudian adalah, saya terus-terusan mengikuti ceritanya. Makin lama, saya malah menunggu cerita selanjutnya. Dan akhirnya, jam tayang “Avatar” menjadi waktu khusus saya, berduaan bersama seorang anak TK, di atas sebuah sofa. Kami menikmati “Avatar” dengan usia kami masing-masing. Anak TK itu barangkali menikmati “Avatar” karena kelugasan komunikasinya dan imajinasi pengendalian alam yang sangat diimpikannya, di mana orang-orang bisa terbang, melompat tinggi, dan berjalan di atas air. Saya sendiri sangat mengagumi pembungkusan ide ceritanya dan menikmati kandungan filsafat di balik penggarapan teknisnya.


Cerita tentang “Avatar” adalah kisah jagad raya (khususnya atmosfir bumi) beserta persoalan besar yang dihadapinya manakala energinya yang seimbang dan tersebar merata, mulai direkayasa oleh makhluk manusia. Penduduk bumi terbagi ke dalam empat suku, masing-masing Suku Pengendali Air, Pengendali Api, Pengendali Bumi (tanah), dan Pengendali Udara. Di atas keempat suku tersebut, ada kekuatan yang mampu menguasai keempat unsur tersebut dalam dirinya. Merekalah kaum Avatar, yakni penyeimbang kehidupan, atau wujud Sang Buddha. Dalam cerita ini, Avatar yang terakhir bernama Aang, seorang anak kecil yang terperangkap di sebuah bongkahan es. Perjalanan hidup Aang dimulai ketika ia diselamatkan Katara dan Sokka, dua kakak beradik dari Suku Pengendali Air yang mengembara setelah negerinya dihancurkan Suku Pengendali Api.


Perjalanan hidup Aang bersama para sahabatnya diwarnai oleh penyempurnaan ilmunya dari berbagai suku pengendali yang tujuannya adalah untuk mengalahkan keangkaramurkaan seorang raja Suku Pengendali Api sakti yang ingin menguasai dunia. Petualangan yang lucu, patriotik, penuh pelajaran tentang hikmah, pengorbanan, persahabatan, pertengkaran, pertempuran, nilai-nilai, dan cinta.


Tapi yang paling menarik bagi saya adalah dialog di akhir cerita antara Aang dengan si Raja Api. Ketika Aang tidak mau membunuh musuh utamanya yang sudah tak berdaya itu, Raja Api berkata: “Bahkan dengan semua kekuatan dunia yang ada padamu, kamu masih lemah”.


Paradigma keduanya tentang kekuatan ternyata berbeda. Aang melihat bahwa kekuatan tertinggi adalah kasih sayang dan pengampunan. Sedang Raja Api memandang kekuatan sebagai kemampuan mengendalikan atau pemusatan seluruh dunia di tangan satu orang. Dua paradigma ini bertarung di bukit-bukit tandus, menghancurkan laut, udara dan daratan. Puncaknya adalah ketika Aang merenungkan tentang dunia sebelum energi digunakan sebagai alat kekuasaan dan kekuatan manusia. Karena ia adalah Avatar yang suci, maka ia tidak membunuh musuhnya, tetapi akhirnya menyedot energi api dalam diri Raja Api dan mengembalikannya ke alam.


Dalam kehidupan moderen, energi alam tidak dikumpulkan manusia dengan tenaga dalam, melainkan dengan teknologi. Energi digunakan untuk membangun peradaban, kekuatan, mobilisasi, industri dan seterusnya. Siapa yang menguasai energi terbesar, maka merekalah yang terkuat. Perlombaan energi nuklir adalah gambaran terbaik untuk hal itu.


Akankah perlombaan energi kita hari ini akan berakhir semanis cerita “Avatar” dan Raja Api? Apakah ada “Avatar” di alam nyata? Masihkah kita menjadi bangsa yang mesianik? Ataukah “Avatar” itu sebenarnya adalah sisi-sisi nurani yang terpendam di hati setiap manusia? Saya tak sanggup menjawabnya, tapi mungkin anak TK yang menonton di samping saya bisa melakukannya dengan pikiran yang sederhana.

Kirim ke teman Cetak Berita Ini
Terdapat (3) Tanggapan



Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
 
Tak Ada Jalan Pintas menuju Malaysia
Pilihan yang paling mudah menyangkut hubungan kita dengan Malaysia adalah perang....

Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jl. Sorik Merapi No. 4 Medan
Sumatera Utara - Indonesia 20213
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 38.107.191.104
Copyright © 2005-2010 by insum Powered by: