Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
 
 
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Segera Beredar!
Edisi 68 | September 2010
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Kare Kepala Ikan
Presented by. Cucu Sukria Wijaya
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
  insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine -
Home  Wisata Boga Sejarah dalam Secangkir Kopi
Jumat, 5 Maret 2010 | 10:33:41
Sejarah dalam Secangkir Kopi Batok
by. Ekky Siwabessy

Putra Perwira
Kopi, selamanya nikmat jika diminum untuk mengusir lelah atau kantuk. Apalagi jika sedang beristirahat karena menempuh perjalanan panjang. Mungkin alasan itu yang membuat Rumah Makan Pondok Paranginan di jalan lintas Panyabungan-Natal atau tepatnya di Jembatan Merah-Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan begitu populer di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Tapi kalau cuma kopi, apa bedanya dengan rumah makan lain? Dari sinilah cerita dimulai. 

Pondok Paranginan milik Hj Choriah Nasution ini mulai dibuka sejak tahun 2002. Tak perlu lama, rumah makan yang menyajikan makanan khas Mandailing ini langsung diserbu para pengunjung yang melintas ke Natal dari Panyabungan, maupun penduduk Kota Panyabungan sendiri. Makanan andalan yang disajikan antara lain ayam kampung olahan tradisonal, ikan mas sale, dan sebagainya.  


Lalu pada tahun 2007, Hj Choriah mencoba menyajikan menu terbaru yang spontan membuat rumah makan miliknya tambah ramai dikunjungi orang. Menu baru itu adalah kopi batok. Istilah ini tidak ada dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. Secara harfiah, kopi batok adalah kopi yang disajikan dalam gelas yang terbuat dari batok kelapa gading yang berukuran kecil. Bahan kopi yang digunakan adalah kopi asli Madina. Dan gulanya bukanlah gula pasir, melainkan gula aren. Tambahan lain yang membuat kopi ini begitu berbeda dan sangat nikmat adalah sendoknya yang dari kayu manis. Kemudian kopi itu Anda nikmati di sebuah pondok terbuka di pinggiran Aek Singolot yang berbatu merah, sejuk dan berirama. Di seberang sungai adalah hutan karet penduduk di mana beberapa ekor babi liar terbiasa melintas seperti tidak terjadi apa-apa.  


Ide membuat kopi batok mengilhami Hj Choriah Nasution dari kebiasaan kakek neneknya yang masih menjalankan tradisi penduduk desa di masa lampau. Menurutnya, dulu ketika orang-orang pergi ke ladang, mereka memasak air panas dan membuat kopi hanya dengan daun kopi yang diasapi hingga garing. "Waktu itu belum ada kopi bubuk. Jadi mereka menggunakan daun kopi yang sudah di-sale (diasapi) hingga garing. Daun-daun kopi itu diremas sampai hancur, lalu ditambahkan ke air panas yang sudah dimasak. Untuk pengganti gula, mereka menggunakan air nira yang manis. Dan karena tidak membawa sendok, mereka memakai kayu dari pohon kayu manis di ladang," jelas Hj Choriah Nasution pada Inside Sumatera


Brand kopi batok ternyata sangat menarik minat pengunjung yang datang untuk makan di Pondok Paranginan. Citarasa kopi serta aroma kayu manis yang menyengat membuat tenggorokan terasa hangat. Rasa kantuk hilang. Dan semangat melanjutkan perjalanan pun bertambah. Apalagi posisi Pondok Paranginan yang berada di pinggiran di Aek Singolot, begitu sejuk dan nyaman.  

Kirim ke teman Cetak Berita Ini
Terdapat (3) Tanggapan



Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
 
Tak Ada Jalan Pintas menuju Malaysia
Pilihan yang paling mudah menyangkut hubungan kita dengan Malaysia adalah perang....

Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jl. Sorik Merapi No. 4 Medan
Sumatera Utara - Indonesia 20213
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 38.107.191.101
Copyright © 2005-2010 by insum Powered by: