Depan | Hubungi Kami | Arsip | Catatan Redaksi | Buku Tamu | Link |     Tentang Kami |     Map
English Editions  
 
 Isi Majalah
 Artikel
 Destinasi
 Flora & Fauna
 Gaya Hidup
 Perjalanan
 Petualangan
 Profil & Visi
 Sejarah
 Tradisi
 Wisata Boga
Beredar Sekarang!
Edisi 88 | Mei 2012
  Live Chat
    Services
    Services
 
  Masak Bareng Chef
Pad Thai (Fried Kwetiaw Noodles ala Thai)
Present by. Budi Iman Santoso
Inside Sumatera Books mempersembahkan:


Sebuah karya sastra dari seorang tentara, penuh emosi, dalam, dan sangat detil. Karya ini lahir dari Bumi Sumatera
insidesumatera.com | tourism & lifestyle magazine - Proyek Wisata Relijius Terbesar di Kepulauan Riau
Home  Destinasi Proyek Wisata Relijius Terbesar
Rabu, 17 Februari 2010 | 12:02:19
Vihara Avalokitesvara Tanjungpinang
Proyek Wisata Relijius Terbesar di Kepulauan Riau
by. Silvie Azhar

Senja menyemburat di barat, dan cahayanya melulur bagian atas bangunan itu. Tak usah berpikir panjang, siapapun akan segera tahu bahwa gedung itu adalah sebuah vihara, yakni bangunan ibadah untuk ummat Buddha. Atapnya yang khas oriental dan patung-patungnya yang menawan dalam berbagai pose merupakan icon yang mudah dikenali.

Hanya saja, vihara ini sedikit berbeda dari vihara lain secara umum. Pekarangannya yang luas telah disulap menjadi kebun sayur dan buah, dan mengembalikannya seperti perkampungan shaolin yang autarkhi. Inilah Vihara Avalokitesvara Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Nama indah tersebut sinonim dengan Dewi Kwan Im dalam bahasa Tionghoa, yang artinya adalah penjelmaan Buddha dalam bentuk Dewi yang penuh kasih sayang.

Sejak pembangunannya hingga tahap rampung, vihara ini telah menyedot minat pendatang di Tanjungpinang, terutama kalangan umat Buddha. Selain menjadi tempat ibadah, fasilitas ibadah ini juga menjadi tujuan wisata relijius yang mencetak rekor sebagai vihara yang memiliki patung Dewi Kwan Im dalam posisi duduk terbesar di Asia Tenggara.

Berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, Vihara Avalokitesvara memang cukup menonjol karena keberadaannya di tengah masyarakat mayoritas Melayu yang beragama Islam. Tapi kehadiran vihara ini juga sekaligus mempertegas sejarah panjang kedatangan umat Buddha Tionghoa di Pulau Bintan. Bukan itu saja, dalam catatan-catatan sejarah Kerajaan Sriwijaya, ajaran Buddha juga pernah menyebar secara luas terutama di kepulauan sebelah utara Pulau Sumatera, termasuk Bintan.

Di Kepulauan Riau sendiri yang menjadi salah satu basis kekuatan imperium maritim Sriwijaya, ajaran Buddha yang telah hadir beberapa abad lalu itu ditandai dengan ditemukannya sebuah prasasti berbahasa Sansekerta yang menggunakan huruf Paranagari di Pasir Panjang, Pulau Karimun. Menurut ahli epigrafi, Dr. J. Brandes, yang menyelidiki prasasti ini pada tahun 1887, isi prasasti tersebut adalah Mahayanika Golayantritasri Gautamasripada. Dua epigraf lainnya, Caldwell dan Appleby Hazlewood, menyimpulkan, prasasti yang ditemukan ini berkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya di Palembang dan pusat pendidikan Agama Buddha di Nalanda yang mulai berkembang sejak abad ke-8 hingga abad ke-13.

Di Kota Tanjung Pinang, Agama Buddha kembali berkembang sekitar tahun 1973. Saat itu seorang bikkhu dari Singapura, Yang Arya Bikkhu Sek Chong Seng, datang ke kota ini setelah mengabdi di Pulau Jawa lebih dari 30 tahun. Kini populasi umat Buddha di Tanjungpinang semakin bertambah. Satu vihara tua, Vihara Bahtra Sasana, bahkan sudah tak mampu lagi menampung jemaat yang beribadah. Dan inilah yang menjadi latar belakang inisiatif pembangunan Vihara Avalokitesvara Tanjungpinang.

Melalui Yayasan Maitri Paramita, lokasi pembangunan Vihara Avalokitesvara Graha ditetapkan di KM 14 arah Tanjunguban, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Vihara ini diresmikan pada Juni lalu, dengan dihadiri para pejabat pemerintah, termasuk Gubernur Kepulauan Riau, Bapak Ismeth Abdullah, Menteri Agama, Bapak Maftuh Basyuni, dan Ketua WALUBI, Ibu Hartati Murdaya.

***

Memasuki area Vihara Avalokitesvara, tamu akan disambut gerbang utama yang berdiri kokoh bergaya arsitektur China. Di sisi kiri kanan jalan beraspal, terhampar kebun yang ditanami sayur-sayuran. Sayur hasil kebun vihara ini, selain untuk kebutuhan sehari-hari,  juga dimanfaatkan pada acara-acara resmi vihara.

Di sekitar gedung utama, tampak patung ksitigarbha dan patung singa yang berjajar  seolah mengawal bagian dalam gedung. Dan tepat di depan ruang utama, Genta Dharmasala berdiri di sebelah kiri pintu masuk.

Ruang dharmasala utama memiliki lebar 32 meter, panjang 58 meter, dan tinggi 25 meter. Patung Dewi Kwan Im posisi duduk terbesar di Asia Tenggara itu tegak setinggi 16,8 meter. Warnanya sangat menonjol dan impresif karena dibalut kuningan emas yang didatangkan langsung dari China. Di hadapannya, duduk pula patung-patung Buddha yang lebih kecil dengan empat mudra. Sementara patung-patung boddhisatva lainnya berjajar di kiri kanan patung utama. Selain sebagai tempat pemujaan, vihara ini juga menyediakan ruang krematorium beserta tempat kremasinya.

Kehadiran vihara di Kota Tanjungpinang pada kenyataannya tidak hanya menguntungkan umat Buddha saja. Karena kedatangan para peziarah yang meningkat, sektor pariwisata juga lebih terdongkrak. Menurut Ketua Yayasan Maitri Paramita, Bapak Hengky Suryawan, Vihara Avalokitesvara Tanjungpinang tidak hanya dikunjungi umat Buddha asal Tanjungpinang, tapi juga umat Buddha dari wilayah Indonesia lainnya dan tamu-tamu peziarah mancanegara dari Malaysia, Singapura, Thailand, China dan Korea Selatan. 

“Pada acara-acara keagamaan, vihara ini juga dikunjungi umat dengan jumlah yang lebih besar, terutama umat Buddha dari dalam negeri yang merasa tak harus lagi ke China jika ingin mengunjungi Patung Dewi Kwan Im. Jadi bisa dihitung berapa besar keuntungan sektor pariwisata dengan kehadiran vihara ini,” urai Hengky.

Selain di Tanjungpinang, sebelumnya di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, juga telah berdiri Patung Dewi Kwan Im posisi berdiri terbesar di Asia Tenggara yang terbuat dari batu granit.

Share |
Kirim ke teman
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: * Masukkan Kode disamping.
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 
Pelajaran Pancasila
Dulu saya belajar Pancasila. Di antaranya ada pelajaran tolong menolong, gotong...


Komentar Turis Selengkapnya

Sumatera is exotic island with thick jungle, beaches and its friendly...

------------------------
Frank Sieckmann
Germany

Pemandangan Tasik Toba sangat luar biasa dan kami sangat terkesan akan...

------------------------
Hidayat Marcob
Singapura

Saya dan rombongan dari Surabaya beberapa waktu lalu mengadakan kunjungan wisata...

------------------------
Bu Lilik
Surabaya

De reis met de bus over de hobbelige wegen was‘n ervaring...

------------------------
Mvr. Ria Herkes
Netherland

Het is aan onze fantastische gids te danken, dat wij‘n...

------------------------
Mr. Herkes
Netherland

15 years ago Sumatera was an island which was often visited...

------------------------
Joseph Verschuken (26 thn), Tour Leader
Netherland

Wij zijn erg blij dat in medan staan nog enkele grote...

------------------------
Mr. jch.Vander Veen
Netherland

Het weer hier is zo lekker niet te warm. Ik vindt de...

------------------------
Nico
Netherland

Ik vindt het sumatera een heel mooi eiland maar jammer dat...

------------------------
Tineke Kokernoot (63 thn)
Netherland

Saya tak paham mengapa pihak pemerintah tak mahu perduli dengan kondisi...

------------------------
Mr. Mohd. Sani Bin Ibrahim
Kuala Trengganu, Malaysia

Ini kali pertama saya melawat Danau Toba dan Berastagi. Kami datang...

------------------------
Miss Lailatul Akmal Bt Abdul Rahman
Malaysia

Saya sudah tiga kali berpesiaran kemari. Alam Danau Toba dan Berastagi...

------------------------
Mr. Ismail Bin Abdul Rahman
Jawatan Koperasi Malaysia

Pertama kali saya melawat ke Sumatera seperti melihat kampong halaman sendiri....

------------------------
Miss Khalilah Bt Gusti Hassan
Kuala Lumpur, Malaysia

Saya sangat berpuas hati dengan pelayanan yang diberikan oleh pemandu pelancongan...

------------------------
Mr. Salwan Bin Mahfudz
Kuala Trengganu,
Malaysia

Service yang diberikan pihak travel agent betul-betul tip top. Tapi kenyamanan...

------------------------
Noor Mazwin binti Idris
Pejabat Penerangan Daerah Kerajaan Perak

Semuanya oke. Kami pun puas hati dah menghabiskan masa percutian di...

------------------------
Zariah binti Ismail
Malaysia

Sumatera sangatlah oke. Banyak tempat yang kita ambil untuk masa percutian,...

------------------------
Nazeran
Pimpinan Nusa Leisure Travel,
Malaysia

Menurut saya, Medan dan Lake Toba kebersihan dan kenyamanannya sudah baik....

------------------------
Mohd. Nizam Khalid
Manufacturing Superintendend Luxean Department Phillips,
Penang

Maimoon Palace is not really impressive. Kurang benda-benda yang dipamerkan dan...

------------------------
Suraya binti Sabaruddin (38 tahun)
Guru Sekolah Menengah Atas, Penang

Tour yang kedua saya di tahun ini setelah China adalah Kota...

------------------------
Karmila bt. Abd Aziz
Account Executive ProEight, Malaysia
Redaksi: Jalan Amaliun No. 37 Medan 20125
Sumatera Utara - Indonesia
Phone/fax: +62 61-7368213
inside.sumatera@gmail.com | info@insidesumatera.com

IP Anda: 184.73.74.47

Copyright © 2005-2011 by insum
Powered by: